Senin, 01 Maret 2010

Kematian Terbesar dari Gunung Tambora

Gunung Tambora (Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Gunung ini Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Tambora terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya. Hal ini meningkatkan ketinggian Tambora sampai 4.300 m yang membuat gunung ini pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini. Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut.

Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada April 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181. Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.


Ternyata Indonesia juga memiliki letusan yang besar dan dapat membunuh manusia,,, seperti bom nuklir saja...

Untuk mengetahui geografi, sejarah geologis, pengaruh global, bukti arkeologi, ekosistem, pengamatan, kronologi dan akibat letusan,,, dapat klik disini...

3 komentar:

Phuad 1 Maret 2010 pukul 22.12  

wow..
jd inget gunung krakatau sob...
pas waktu meletus, seluruh dunia jadi gelap..

Jati Kristianto 2 Maret 2010 pukul 18.42  

Seperti mau kiamat aja... hehehe :D

bagus 17 Juli 2019 pukul 13.58  

Artikel yang menarik

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails

About Me

Foto saya
My hobby is Chess. You can ajak aku maen?? Jika g ada kegiatan... Lebih baik bekerja daripada berkata-kata...

Pesan Jati kristianto

Kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Artinya kita harus belajar dari pengalaman, karena pengalaman itu adalah guru yang paling berharga ~~~~~~~:::::::†BACK_FAMOUS†:::::::~~~~~~~~~~ ~~~~~~~†Di atas langit masih ada langit†~~~~~~~~ †Aku masih tetap bertahan di bumi ini† :†Masih menunggu apa yang terjadi pada akhir bumi ini†: ††††††††The Day After Tomorow is "DIE"†††††††† __________________~~~~~~~~_________________ ::::::::::::::::::::::::::::The~End:::::::::::::::::::::::::::: __________________~~~~~~~~__________________

  ©Template by Dicas Blogger.